Wednesday, 16 October 2019
Home / Berita / Penjualan Kosmetik Ilegal Di Kota Makassar Dibongkar Polisi

Penjualan Kosmetik Ilegal Di Kota Makassar Dibongkar Polisi

Polrestabesmakassar.com- Jajaran sat reskrim Polrestabes Makassar berhasil membongkar perdagangan produk kosmetik illegal di pasar terong Kota Makassar, Jumat (30/08/2019).

Kasat reskirm Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, S.Ik menjelaskan, dalam kasus tersebut kami berhasil mengamankan tiga pelaku masing – masing lelaki TH, lelaki AK serta perempuan FA. Peran ketiga pelaku sebagai pemilik barang dan penjual kosmetik illegal.

Berawal dari informasi warga kami bersama – sama balai POM Kota Makassar melakukan penindakan terhadap gudang yang curigai sebagai tempat penyimpanan kosmetik yang beredar di masyarakat dan terindikasi tidak memiliki izin edar dan mengandung bahan berbahaya, Ujar Kasat reskrim.

Berbagai macam merk kosmetik diantaranya Diamond, Ester, SJ, RDL, Labella, Mahkota dan masih banyak lagi yang telah beredar dimasyarakat yang sudah kami amankan.

Lebih jauh Plh Kepala bidang penindakan BPOM Kota Makassar  Sriyani mengungkapkan, setelah kami mengamati semua barang bukti kosmetik ternyata semua kosmetik ini tidak mempunyai izin edar dari balai POM dan ada beberapa sudah kami publik warningkan  artinya bahwa kosmetik ini mengandung bahan berbahaya.

Untuk kosmetik illegal ini mengandung bahan berbahaya seperti mercuri yang dijadikan sebagai  pemutih dan hidrokinon juga  dijadikan sebagai pemutih . Dalam waktu pemakaian lama efeknya bisa menjadi kanker, ungkapnya.

“Kosmetik yang berhasil diamankan ada 14 item dan jumlahnya kurang lebih seribu, kebanyakan seperti cream, sabun dan penyegar”,pungkasnya.

Pasal yang dikenakan 197 jo Pasal 106 Ayat (1) UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan., dengan ancaman pidana penjara  15 tahun

About lerry

Check Also

Polrestabes Makassar Gelar Forum Silaturahmi Kamtibmas

Polrestabesmakassar.com-  Satuan Binmas Polrestabes Makassar gelar silaturahmi Kamtibmas  bersama tokoh masyarakat, tokoh Agama dan Tokoh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *